Langsung ke konten utama

Berjuang Melawan Muntaber

 



Selasa, 24 Maret 2022. Tepatnya setelah shalat magrib kami mendapat ujian yaitu anak kami yg pertama kami bawa periksa di Rumah Sakit karna mengalami dehidrasi akibat muntah dan BAB dari siang hari. Sejak dari siang sampai sore dia mengalami BAB dan muntah-muntah terus, akibatnya tubuhnya semakin lemas dan tidak seperti biasanya. Akhirnya kami membawanya ke Rumah sakit anak untuk memastikan kondisinya, setelah sampai disana kami langsung masuk ke Ruang IGD untuk dilakukan Observasi. Setelah diperiksa oleh dokter hasilnya dokter menyarankan untuk di Rawat Inap karna pertimbangan anak kami yg semakin menurun daya tahan tubuhnya. Alhasil kami pun anak kami dirawar inap selama 3 hari 4 malam.

Selama 3 hari 4 malam di Rumah sakit, kondisinya tidak terlalu mengalami perubahan signifikan dikarenakan saluran infus yang tidak bisa masuk. Hal ini karna dokter tidak bisa mendapat jalur infus ke anak kami meskipun mereka telah mencoba beberapa kali. Dokterpun menyarankan hanya memberikan obat melalui oral (mulut). Setelah beberapa hari di Rumah Sakit dokterpun menyarankan agar kami melanjutkan pengobatan di rumah karna melihat kondisi anak kami yang sudah sedikit membaik.

Hari Jumat tanggal 20 Mei, kami pun pulang dari Rumah sakit. Alhamdulillah akhirnya bisa pulang setelah beberapa hari berada di RUmah sakit. Namun Sehari sepulang dari Rumah sakit Qadarullah anak kami kembali mengalami gejala yang sama seperti pertama hasilnya dia tidak bisa tidur dan menangis terus menerus. Hingga pada tengah malam kami kembali membawanya ke Rumah Sakit terdekat. Sampai di Rumah sakit tersebut kami disarankan agar kembali ke Rumah Sakit pertama ketika kami rawat inap, terpaksa kamipun beralih dan menuju Rumah sakit pertama waktu kami periksa dengan mengendarai sepeda motor bonceng 3 di tengah dinginnya angin malam saya membawa anak kami ke Rumah Sakit tersebut.

Sesampai disana kami kembali menanyakan kondisi terkini dari anak kami, dan hasilnya setelah konsultasi dengan perawat dan dokter di rumah sakit, kami kembali disarankan untuk pergi berobat ke rumah sakit yang lebih besar. Akhirnya kembali kami pergi Rumah Sakit yang lebih besar yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Sakit yang sebelumnya. Sesampainya disana kami disuruh mengisi beberapa administrasi persyaratan sesusai pelayanan Rumah Sakit tersebut. Setelah proses administrasi selesai, maka tim perawat melakukan percobaan pemasangan selang infus. Suntikan demi suntikan terus dilakukan oleh tim perawat namum kembali masih belum berhasil. sulitnya mencari vena karna anak kami masih dan bekas suntikan dari Rumah Sebelumnya juga mempersulit tim perawat untuk mencari jalur infus. 



Hingga pada akhirnya tim perawat dari UGD menyarankan untuk lanjutkan ke Kamar Inap, disana baru kembali dilakukan usaha kembali. Dan Alhasil setelah perjuangan dari Tim Medis di Ruangan tersebut akhirnya pada Pukul 03.00 Wita (dini hari) selang infusnya berhasil masuk melalui tangan sebelah kanan. Alhamdulillah setelah perjuangan berat cairan tersebut berhasil masuk anak kami tertidur pulas. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Pohon Bambu

Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama._* Walaupun setiap hari disiram & dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja. Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat & ukuran nya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter. Lantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu ??? Ternyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar (BUKAN) pada batang, yang mana daripada itu, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggian nya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari. *MORAL OF THE STORY* Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita. Ketika kita lelah & hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pernah terbersit pupus harapan. Ada pameo ...

TENTANG WAKTU

Setiap kali ada pergantian tahun seperti sekarang, saya selalu membangunkan kembali kesadaran saya tentang waktu dan cara merasakannya. Cara setiap orang merasakan waktu berbeda karena "satuan waktu" yang mereka gunakan juga berbeda. Itu lahir dari falsafah hidup yang juga berbeda. Jika kita memaknai hidup sebagai pertanggungjawaban, maka waktu adalah masa kerja. Waktu adalah kehidupan itu sendiri. Orang-orang beriman membagi waktu - seperti juga hidup – ke dalam waktu dunia dan waktu akhirat. Itu 2 sistem waktu yang sama sekali berbeda. Waktu dunia adalah waktu kerja. Waktu akhirat adalah waktu pertanggungjawaban dan pembalasan atas nilai waktu kerja di dunia. Waktu kerja di dunia mengharuskan kita memaknai setiap satuan waktu sebagai satuan kerja. 1 unit waktu harus sama dengan 1 unit amal. Persamaan itu, 1 unit waktu sama dengan 1 unit kerja, membuat hidup kita jadi padat sepadat-padatnya, nilai waktu terletak pd isinya, kerja! Tidak ada hal yang paling t...

Pahlawan Bertopeng

Hari ini, selasa 24 Oktober 2023, entah apa gerangan tiba2 dia ingin memakai topeng dan bergaya seperti pahwalan super katanya sambil tersenyum. Diapun bergaya dan berpose selayaknya seorang pahlawan super yang telah berhasil mengalahkan penjahat.